NILAI TAWAR YANG HARUS DIMILIKI

Akhir-akhir ini saya senang berbicara mengenai nilai tawar kepada teman-teman. Nilai tawar adalah nilai kita dibandingkan terhadap orang lain. Jika nilai tawar kita lebih tinggi maka kita akan menang selangkah. Namun ada kalanya seharusnya nilai tawar kita yang lebih besar dari orang lain, tapi kenyataannya malah terbalik. Contoh sederhana saya alami saat pulang kerja. Untuk menghadapi 3 in 1 maka saya mengajak 2 orang teman kantor  untuk ikut mobil saya sebagai joki "eksklusif". Masalahnya jika 2 orang teman tersebut masih ada pekerjaan yang belum selesai, maka saya harus menunggunya. Padahal  saya yang mempunyai mobil. Dari cerita tersebut nilai tawar 2 orang teman lebih tinggi dari saya. Saya yang membutuhkan mereka sehingga saya yang harus mengalah. Bagaimana caranya saya meningkatkan nilai tawar agar jika mereka belum selesai, saya tidak harus menunggu. Ada 4 cara yang bisa saya lakukan:

1.Menggunakan jasa joki. Resikonya harus membayar, mobil menjadi agak kotor, kemungkinan terjadi pencurian bisa terjadi dan kemungkinan ditilang polisi saat menurunkan joki di pintu tol.
2. Melalui jalan tikus atau jalan alternatif untuk menghindari 3 in 1. Resikonya macet dan banyak kendala karena jalan relatif sempit.
3. Pulang di atas jam 19.00. Resikonya agak macet karena banyak orang yang pulang jam 19.00 dan tiba di rumah juga semakin malam.
4. Mengerjakan pekerjaan, membaca atau hal-hal lain sambil menunggu jam 19.00.

Memang menaikkan nilai tawar tidaklah mudah karena banyak rintangan yang harus di terima. Tapi jika kita serius mengerjakannya maka sedikit demi sedikit nilai tawar kita akan bertambah.  Contoh lain adalah tentang sebuah agency yang berhasil mengerjakan majalah internal sebuah Bank Besar. Saat itu nilai tawarnya masih rendah sehingga "agak mudah diatur". Setelah mengerjakan majalah internal Bank Besar, agency tersebut melakukan penawaran proposal ke berbagai perusahaan dengan membawa referensi dan  majalah internal tersebut sebagai bukti. Akhirnya beberapa perusahaan menggunakan jasa agency tersebut karena nilai tawarnya meningkat setelah mengerjakan majalah internal Bank Besar.

Saya sendiri mencoba membuat nilai tawar lebih baik dengan aktif menulis di blog, menulis di majalah internal perusahaan, menulis artikel di www.motivatorindonesia.com, menjadi instruktur  di training center dan berbagai kegiatan positif lainnya.

Bagaimana dengan Anda ? Coba renungkan dan pikirkan apa saja nilai tawar yang bisa Anda tingkatkan agar kesuksesan menghampiri Anda.

Artikel oleh : Timoteus Talip (Manager BCA Card, Penulis 4 Buku: Basmi Manipulasi Manajemen, Lorong Gelap yang Kutinggalkan, "Sop Kambing" ala Chef Talip, Anda Pecundang !!! Jangan baca, www.timoteustalip.com)

You are here: Home Articles Chef Talip NILAI TAWAR YANG HARUS DIMILIKI